- Pengecekan Bagian Luar Mobil
Sebelum menggunakan mobil cek kondisi sekeliling bodi, pastikan semua dalam kondisi baik dan layak jalan.
Pengecekan Ban 
Cek
tekanan angin dan kondisi ban mobil (termasuk ban cadangan) minimal
seminggu sekali sebelum mobil digunakan. Periksa tekanan angin dengan
menggunakan Tire Presure Gauge, dan pastikan tekanan sesuai dengan
standar.
Untuk memeriksa ketebalan ban, gunakan Trade Wear
Indicator, yaitu berupa tanda segitiga pada dinding ban dan tonjolan
pada telapak ban.
Jika kembangan ban sudah rata dengan tonjolan tersebut, maka gantilah segera ban Anda.
Pengecekan Mesin
Lakukan
pengecekan ruang mesin minimal seminggu sekali pada bagian oli mesin,
oli rem, air radiator dan air aki. Pastikan ketinggian oli ataupun air
berada di bawah garis maksimal. Selanjutnya cek juga karet-karet selang
dan tali kipas. Pastikan semua masih lentur dan tidak ada retakan.
- Pengecekan Dalam Mobil
Saat memasuki kabin mobil hal penting yang perlu di cek adalah kondisi
karet pedal kopling, rem dan gas. Semuanya harus terpasang dengan baik
dan tidak tipis.
Lalu, cek juga rem tangan mobil, terutama tuas dan penguncinya. Semuanya harus dalam kondisi dan berfungsi dengan baik.
- Posisi Duduk
Ada 3 hal penting yang akan kita dapatkan apabila posisi duduk kita sudah tepat, yaitu:
- Komunikasi
Mudah berkomunikasi dengan pengendara lain dan memantau situasi di luar mobil. - Kenyamanan
Tidak mudah lelah dan selalu sigap meski mengemudi jarak jauh. - Kontrol
Mudah merasakan gejala awal ketika mobil mulai kehilangan keseimbangan. Sehingga bisa segera mengantisipasinya.
Untuk mendapatkan posisi duduk yang tepat ikuti prosedur dalam hal:
Sabuk Pengaman
Gunakan
selalu Sabuk Pengaman sebagai perlengkapan pelindung keselamatan utama.
Pastikan terdengar suara KLIK!, saat memasangnya.
Penggunaan
sabuk pengaman yang tepat, harus melewati tulang bahu dan pinggul.
Gunakan pengatur ketinggian sabuk pengaman agar memudahkan mendapatkan
posisi duduk yang tepat.
Jarak Kursi
Atur jarak kursi sehingga kamu mudah mengoperasikan pedal gas, rem dan kopling.
Sandaran Kursi
Posisi sandaran kursi harus nyaman, tidak terlalu tegak namun tidak terlalu landai.
Jarak Tubuh & Kemudi
Jarak
ideal tubuh dengan kemudi yaitu sekitar 25cm. Cara mengukurnya,
letakkan kedua pergelangan tangan Anda pada jam 12. Kemudian atur
sandaran kursi.
Posisi Penahan Kepala
Tempatkan sandaran kepala sejajar dengan tinggi kepala.
Ketinggian Kemudi
Sesuaikan ketinggian kemudi sampai merasa nyaman untuk mengemudi.
Setelah duduk dengan nyaman, lakukan pengecekan berikut ini:
Pengecekan Instrumen Dashboard
Cek
semua indikator di dashboard ketika kunci dalam posisi ON. Untuk
kendaraan yang dilengkapi dengan ABS dan SRS Airbag, pastikan saat
menyalakan mobil indikator tersebut mati.
Pengaturan Kaca Spion
Atur semua posisi kaca spion supaya memudahkan memantau situasi di luar mobil.
Pengecekan Lampu-lampu
Pastikan semua lampu-lampu berfungsi dengan baik.
- Olah Kemudi

Posisi dasar tangan yang paling tepat saat mengemudi yaitu tangan kiri
di posisi jam 9 dan tangan kanan di posisi jam 3. Posisi ibu jari harus
tegak di atas setir dan tidak masuk ke lingkaran setir.
Hindari
kebiasaan mengemudi dengan satu tangan, telapak tangan dan mengemudi
dengan jari yang masuk ke lingkar setir. Selain mudah kehilangan
kendali saat mengemudikan mobil, Anda juga terancam bahaya cedera
bahkan kematian.
Ada 2 Teknik olah kemudi yang tepat yaitu sebagai berikut:
- Tarik-Dorong

Merupakan teknik olah kemudi yang paling dasar dan aman digunakan di
berbagai situasi, baik mengemudi pada kecepatan rendah ataupun tinggi. - Silang
Teknik ini dapat digunakan saat kecepatan rendah tapi membutuhkan
radius putar yang cukup luas, seperti saat parkir atau berbalik arah.
- Teknik Pengereman
Salah satu fitur yang berkaitan dengan teknik pengereman adalah Anti Lock Brake System (ABS), Electronic Force Brake Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA).
ABS berfungsi agar ban tidak terkunci saat terjadi pengereman.
Caranya injak sekuat tenaga pedal rem sambil arahkan mobil ke tempat yang lebih aman.
EBD
berfungsi mendistribusikan daya pengereman ke setiap roda sesuai beban
kendaraan. Mekanisme ini bekerja bersama ABS dan sangat bermanfaat
ketika mengerem pada jalan menikung.
Sementara itu, BA
berguna untuk menambah daya pengereman saat mengerem mendadak.
Mekanisme ini bekerja berdasarkan kecepatan menginjak pedal rem pada
kondisi darurat. Sehingga dengan sedikit injakan tapi cepat, mobil
dapat berhenti dengan cepat.
- Scanning
Ketika sedang mengendarai mobil, perlu memperhatikan semua pengguna
jalan atau kondisi jalan sekitar, misalnya motor, mobil, rambu-rambu,
pejalan kaki ataupun objek-objek penting lainnya yang dapat
mempengaruhi kesigapan saat mengemudi.
- Blind Spot
Blind Spot
adalah area yang tidak terlihat secara langsung oleh kaca spion tengah,
kanan ataupun kiri. Dengan keterbatasan ini, perlu membiasakan diri
untuk melakukan Shoulder Check yaitu dengan menoleh sesaat ke kiri atau kanan sesuai arah belok Anda.
- Safe Following Distance
Ketika sedang mengendarai mobil, jaga jarak aman ideal mobil dengan mobil di depan yaitu sekitar 3 detik. Caranya:
Temukan patokan yang cukup besar dan tidak bergerak di sepanjang jalan.
Kemudian saat mobil lain di depan melintasi patokan tersebut, hitung dengan angka ‘1000 dan 1, 1000 dan 2, 1000 dan 3’.
Pastikan mobil melewati patokan yang sama pada akhir hitungan. Jika sudah tepat, maka Anda telah memenuhi jarak aman ideal.
- Safe Stopping Distance
Saat menghentikan mobil, pastikan jarak mobil cukup memadai sehingga
bisa melihat kedua ban belakang mobil yang berada di depan. Hal ini
agar memudahkan saat terjadi kondisi yang memaksa Anda harus keluar
dari antrian kendaraan.
- Parkir
Untuk memudahkan saat parkir, perlu memahami dan menggunakan
patokan-patokan yang ada pada mobil. Seperti terlihat pada gambar
berikut: